Agnes RT

dan dunia sekitarnya

Karena sesungguhnya perjalanan itu mengajarkan bahwa,
Kemanapun kamu pergi, aku adalah tempatmu kembali.

*eh.. rumah adalah tempatmu kembali 🙂

View on Path

Advertisements

Move On

Dear Readers,

Sometimes you need to move on, even from small things to another. I have moved my personal blog from this one to agnezrt.com. Feel free to have visit on my new blog. Have a great day ! 🙂

Pencitraan.. Perlukah ?

Indomie_2010

“Satu lagi dari Mayora”
“Indomie, Seleraku~”

Familiar kan dengan beberapa kata diatas, yap beberapa kata diatas merupakan salah satu bentuk branding yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang kita sama-sama tahu. Saya ingin berbagi catatan tentang “Branding UKM” pada sesi Sharing Bisnis rabu lalu (8 April 2015) bersama Makelar Sedekah (MS) dengan pembicara Pak Subiakto atau yang akrab disapa dengan Pak Bi. Berikut ulasan mengenai sesi sharing kemarin.

BRAND

1. Branding ibarat pelari MARATHON. Perlu Stamina dan Daya Tahan
2. Sales ibarat pelari SPRINT. Perlu Power dan Speed
3. Brand hanya dibutuhkan untuk bisnis jangka panjang. Bagi anda yang butuh PELANGGAN
4. Untuk bisnis jangka pendek cukup punya produk yang unik dan skill salesmanship
5. Jenis- jenis branding:
Personal Brand
Product Brand
• Komunal Brand

PELAKU UKM

1. UKM Mikro > UKM Kecil (55.856.175 pelaku)
• Pendapatan kurang dari Rp 300 juta/tahun
• Kekayaan bersih Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan
• Berdiri sendiri
• Milik Warga Negara Indonesia (WNI)
• Berbentuk usaha perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau berbadan hukum
• 98.8% dari total pelaku ekonomi Indonesia
• Kontribusi atas pertumbuhan ekonomi 33.08%
• Penyerapan tenaga kerja 99juta = 90.1% atau rata2 1.7 orang
• Ciri khas UKM Mikro adalah “Gerobag”, Hubungan Personal
➢ Wilayah Pemasaran yang sempit
➢ Sangat mengenal medan
➢ Sangat mengenal Day-part – Pola pembelian berdasarkan jam
➢ Mengenal nama, keluarga, tempat tinggal Pelanggan
➢ Mengenal kebiasaan pelanggan
➢ Stok dagangan disesuaikan pola pembelian pelanggan
➢ Modal kepercayaan
➢ Ngebon
• Kekuatan lainnya : Saling Percaya (Trust)

Read more of this post

Sudahkah Aku Terjaga …

Bagaikan sebuah tamparan keras. Ketika seorang teman pernah mengingatkanku untuk lebih berhati-hati dan mengurangi pulang malam. Aku selalu beralasan, insya Allah aku bisa menjaga diri dan dengan tertutup seperti ini semoga aku lebih terjaga.

Namun ia menyampaikan hal lain, ya hal lain yang mungkin selama ini membuat orangtuaku khawatir dan memintaku untuk hanya kuliah saja dan berhenti ber-organisasi.

“Justru dengan tertutupnya dirimu, itu lebih membuat orang yang berpenyakit lebih penasaran dan tertarik.”

Plak !! itulah rasanya ketika temanku mengingatkanku saat aku masih tingkat pertama kuliah.

Dan hari ini, ya aku mulai menyadari. Selama ini mungkin caraku belum benar. Aku masih menantang ‘bahaya’ dengan statusku sebagai seorang perempuan. Mahluk yang bagaimanapun ditutupi tetap akan syetan perindah dihadapan lelaki yang tak bisa menahan pandangannya.

Sudahkah aku terjaga?

Itulah pertanyaan yang kerap kali muncul dalam benakku, ketika aku merasa ketakutan karena pulang terlalu malam.

Ketika menghadiri majelis-majelis ilmu seorang diri hingga malam menjelang dan karena jarak menjadikan tiba jauh lebih malam.

Ketika berniat ikut andil dalam jalan dakwah, namun lagi-lagi jarak menjadikan seorang perempuan yang kerap pulang malam.

Ketika ingin belajar banyak hal, lagi-lagi juga hal jarak membuat dikenal dengan perempuan yang masih berkeliaran ketika malam menjelang.

Seorang diri, tanpa mahram, rentan dengan fitnah.

Read more of this post

Motivation Words

1. Mereka yang beralasan “tidak punya waktu” adalah mereka yang membiarkan waktu mengatur hidupnya, bukan malah sebaliknya.

2. Masalah itu “adil”, ia datang kepada semua orang, tetapi tidak dengan jalan keluar. Jalan keluar hanya datang kepada mereka γang mencarinya.

3. Dunia lebih menghargai orang yang mau melakukan pekerjaan kecil daripada orang yang hanya memiliki rencana besar.

4. Nasib baik tidak pernah salah memilih orang, ia memilih orang yang proaktif menjemputnya.

5. Gunakan perasaan saat menghadapi manusia; gunakan logika saat menghadapi masalah.

6. Jangan hanya tertarik dengan аpa yang dicapai orang sukses, tertariklah dengan air mata yang mereka keluarkan untuk mencapainya.

7. Yang menyedihkan bukanlah “bidikan yang meleset”, tapi “bidikan tanpa target”.

8. Hidup ibarat sebuah buku, Tuhan pena (takdir), akan tetapi Andalah penulisnya (nasib).

9. Hal yang perlu ditakuti saat mengkritik orang lain adalah ketika kita sendiri pun tidak lebih baik dari mereka!

10. “Lovers” adalah alasan saya untuk terus berkarya. “Haters” adalah alasan saya untuk terus bertumbuh.

Source : WhatsApp broadcast

Leci Kalengan

Inspirasi tema tulisan kali ini didapat ketika berada di dalam sebuah angkot dari arah kantor menuju Thamrin City. Ada alasan kenapa saya tidak langsung pulang ke kos melainkan pergi ke tempat lain, apalagi hari Jumat yang identik dengan agenda panjang hingga malam menjelang. Alasan mengapa saya pergi ke Thamrin City akan dibahas di lain waktu. Berikut sedikit kisah yang tiba-tiba terlintas sore itu.

Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup.
Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja.
-Buya Hamka-

Aku berdiri di baris depan sejajar dengan teman-temanku lainnya. Mereka benar-benar mirip denganku. Penampilan, tinggi, berat serta isi kami pun sama. Yang membedakan kami hanya satu, label dagang yang tertera di packaging kami. “Kalau hidup sekedar hidup apa bedaku dengannya?”, pertanyaanku pada diri sendiri tiba-tiba membuyarkan lamunanku tentang buah leci dalam kaleng ini. Setelah membeli sekaleng leci dengan merk favoritku, aku bersiap menyampurnya dengan sirup jeruk yang tersedia di kulkas kamarku. Untuk kemudian ku bagi bersama teman-teman kos yang berada di sekitar kamarku.

Saat menuang sekaleng buah leci, kalaupun ada sekitar 20 hingga 30 buah leci, lantas apa beda kita dengan 20 hingga 30 manusia yang ada di sekitar kita. Tidak perlu mencari orang-orang yang jauh disana, bandingkan saja dirimu dengan 3 orang yang sekarang sedang berada didekatmu. Apa bedamu dengan dia? Jika kita amati sejenak, ada buah leci yang masih utuh bentuknya bulat sempurna, ada yang sedikit terbuka dan bahkan bentuknya tidak utuh sebutir leci. Tanyakan kembali pada dirimu, apa kamu sudah menjadi manusia seutuhnya atau belum. Sulit memang menentukan apa kita sudah menjadi seutuhnya manusia yang diciptakan di dunia tidak hanya untuk dirinya sendiri.

***

Read more of this post

Aku

Aku ini pemarah,
Pemarah karena tak dapat berbuat banyak untuk mereka yang kucinta

Aku ini pembenci,
Pembenci mereka yang suka menyakiti hati

Aku ini pendendam,
Pendendam yang mudah teralihkan dari kisah yang kelam

Aku ini sombong,
Sombong tak banyak bicara jika didekatmu, layaknya macan ompong

Aku ini bergengsi tinggi,
Menjaga gengsi kepada mereka yang tak tau diri

Aku ini egois,
Egois dengan orang-orang yang berbuat sesuka hati dan membuat orang lain teriris

Aku juga seorang pelupa,
Pelupa yang tak mudah dilupakan (hehe :p)

Maka biarkan aku memperbaiki segala kekuranganku, dan kau memperbaiki kekuranganmu.
Mari sama-sama sisihkan sebagian waktu untuk saling melihat sisi-sisi yang tak terlihat.

 

Untukmu, yang (katanya) ingin mengenalku

Tadabbur Surah Al Baqarah 122-123

Kajian minggu lalu baru sempat diketik ulang hari ini dengan beberapa catatan di awal sebelum UBN memulai kajian tadabbur quran Al Baqarah surah 122-123. Kita diharuskan untuk selalu (tetap) berprasangka baik pada Allah. Kisah seorang pengawal raja yang selalu berprasangka baik pada Allah dengan berkata “khoir insya Allah“. Sesama mukmin/muslim selalu abshyair, berbagi berita gembira ketika pertama kali bertemu.

QS. Al Baqarah [2]: 122

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.”

Dari ayat tersebut terdapat 3 poin penting, yaitu:
– ingatlah akan nikmat-Ku. Sesungguhnya nikmat itu datangnya dari Allah.
– yang telah Ku-anugerahkan kepadamu
– dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat (umat sebelumnya). Saking Maha Pengasihnya Allah dan bebalnya kaum bani israil.

Nikmat-nikmat Allah kepada Bani Israil:
1. Manna & Sawa
2. Dinaungi awan
3. Keluarnya 12 mata air untuk 12 suku
4. Dibelahnya laut
5. Diturunkan banyak Nabi
6. Setelah musyrik beberapa hari dosanya dihapuskan
7. Dimatikan kemudian dihidupkan lagi

Siapakah Bani Israil: Keturunan Nabi Yakub, ada 12 orang.

Read more of this post

Bagaimana Jika …

Bagaimana jika satu per satu doamu terkabul
Lantas engkau masih enggan beribadah pada-Nya

Kau minta teman yang baik
Dihadirkan padamu teman-teman yang luar biasa
Kau minta kesempatan untuk berjumpa seorang perencana keuangan
Ia datang dan berdiskusi tepat dihadapanmu

Kau minta ilmu yang bermanfaat
Kuberikan kemudahan dalam mendapatkannya
Kau minta kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu dibukumu
Sebuah ajakan penuh visi dan misi menghapirimu

Kau minta pasangan yang mengiringimu menuju JannahNya
Sabarlah akan datang masanya, tidak terlambat ataupun terlalu cepat
Kau minta diberikan tempat berlindung
Diberikannya padamu ruang luas tempat beristirahat sejenak

Kau minta kelancaran dalam berbagai urusan
Kubagi kelapangan hati dan rasa aman padamu
Namun jika kau minta Kuhapus segala dosamu yang terdahulu, kini dan yang akan datang
Maka bertaubatlah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi

Bagaimana jika satu per satu doamu terkabul
Masih meragu atas kuasa-Nya
Dan tak ingin berbagi pada sesama

Siapkah Anda Menghadapi Kehidupan Setelah Mati ??

Kamis, 9 Oktober 2014. Saya dan teman kantor saya menuju AQL dengan harapan menanti kelanjutan tadabur quran Al Baqarah 121. Sesampainya di AQL, jamaah sholat maghrib tidak seramai biasanya. Yang ikut buka bersama pun tak sebanyak kamis-kamis sebelumnya. Saat makan malam di Maida, saya mendengar kabar dari meja sebelah bahwa Abi tidak bisa datang malam ini. Yap, Abi adalah panggilan untuk Ustadz Bachtiar Nasir dikarenakan acara Tahfidz Cilik yang ditayangkan di RCTI pada 2x ramadhan yang lalu. Mencoba konfirmasi ke teman-teman panitia Tafakkur Camp, dan iya UBN malam itu tidak dapat berbagi ilmu karena sedang berada di luar kota. Sebagai penggantinya, Ustadz Bendri Jaisyurrahman mengisi kelas kamis malam. Ust. Bendri mengatakan beliau akan mengisi kelas kamis malam itu sesuai kapasitasnya, dan tidak akan merubah kurikulum tadabbur quran sesuai yang UBN ajarkan. Berikut adalah ringkasan materi yang Ust. Bendri berikan malam itu. Jika ada kesalahan tulis atau lainnya, silakan menanggapi melalui kolom ‘Comment’ dibawah. Terimakasih.

Tadzkiroh = peringatan

Ketauhilah kehidupan dunia itu hanyalah menipu. Sesungguhnya seseorang tidak bisa menunda kematiannya.

Kematian itu pasti, sesuai yang tertulis pada surat Al Ankabut ayat 57, dibawah ini

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”

Ingat mati agar selalu beramal yang terbaik (Al Mulk: 2)

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Al Imran: 147)
– israfna: berlebih-lebihan

Apa yang terjadi setelah kita mati –kekal

Read more of this post